Denyut Nadi

A. TUJUAN:

  1. Mengetahui tempat pengukuran denyut nadi
  2. Mengetahui karakteristik denyut nadi.
  3. Mengetahui cara mengukur denyut nadi
  4. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi denyut nadi
  5. Melakukan pengukuran denyut nadi.

 

B. PRINSIP DASAR TEORI

  • Denyutan Nadi

Denyutan dinyatakan sebagai ekspansi dan dorongan balik arteri secara berganti-ganti. Ada 2 faktor yang bertanggung jawab bagi kelangsungan denyutan yang dapat dirasakan, yaitu:

  1. Pemberian darah secara berkala dengan selang waktu pendek dari jantung ke aorta, yang tekanannya berganti-ganti naik turun dalam pembuluh darah. Bila darah mengalir tetap dari jantung ke aorta, tekanan tetap, sehingga tidak ada denyutan.
  2. Elastisitas dinding arteri yang memungkinkannya meneruskan aliran darah dan aliran balik. Bila dinding tidak elastis, seperti dinding sebuah gelas, masih tetap ada pergantian tekanan tinggi rendah dalam sistol dan diastol ventrikel, namun dinding tersebut tidak dapat melanjutkan aliran dan mengembalikan aliran sehingga denyut pun tidak dapat dirasakan.

Setiap kontraksi dan relaksasi ventrikel kiri akan mnyebabkan perubahan tekanan pada arterinya yang ditunjukkan dengan membesar mengecilnya arteri, disebut juga denyut nadi. Nadi perifer adalah gelombang yang berjalan dalam pembuluh darah arteri akibat keluarnya sejumlah darah yang dipompakan oleh ventirkel kiri (stroke volume) ke arah dinding aorta. Dinding aorta mengalami distensi setiap kali terjadi stroke volume sehingga menimbulkan gelombang denyut yang berjalan dengan cepat dalam pembuluh arteri.

 

  • Gelombang Nadi

Perjalanan gelombang nadi terjadi karena sifat ” Windkessel Function” dari aorta dan pembuluh nadi yang memiliki lapisan elastin. Kecepatan gelombang nadi tergantung pada distensibilitas pembuluh darah. Secara rasio ketebalan pembuluh darah dan radius semakin tebal dan kaku, semakin kecil radius akan semakin tinggi gelombang nadi.

  • Analisa gelombang nadi.

Dengan palpasi pada arteri dapat dinilai gelombang nadi untuk menilai fungsi sistem kardiovaskular. Kualitas gelombang nadi dapat dinilai antara lain:

 

  1. Frekuensi.

Frekuensi gelombang nadi (denyut nadi) dalam keadaan normal sama dengan frekuensi denyut jantung. Pada keadaan tertentu dapat terjadi pulsus defisit yaitu adanya selisih antara frekuensi denyut antung dan denyut nadi.

 

  1. Irama (Rhythm).

Irama denyut nadi dapat dinilaimisalnya teratur (ireguler) terjadi pada keadaannormal misalnya keadaan ”Repiratory rhytmia” dan dalam keadaan abnormal dapat terjadi suatu sinus arithmia karena extrasystole.

 

  1. Amplitudo.

Kuat atau lemahnya denyut nadi tergantung pada besar isi sekuncup, jumlah darah yang mengalir selama diastolik dan elastisitas pembuluh nadi besar.

 

  1. Ketajaman gelombang.

Pendek atau panjangnya gelombang biasanya berhubungan dengan kekuatan denyut nadi. Pada denyut nadi yang kuat biasanya diikuti perubahan tekanan yang tajam, sedangkandenyut nadi yang lemah diikuti perubahan tekanan yang kecil dan lebar.

 

Normalnya denyut nadi sama dengan kecepatan denyut jantung. Kecepatan denyut nadi normal pada orang dewasa adalah 60 – 100 kali per menit. Beberapa titik denyut nadi pada permukaan tubuh YANG mudah di raba adalah arteri karotid pada sisi leher, arteri temporal anterior telinga di daerah pelipis, arteri brakhial pada fosa antekubital, arteri radial pada sisi lateral permukaan pergelangan tangan pada pangkal ibu jari. Tempat lainnya untuk mengukur denyut nadi yaitu femoralis

 

C. ALAT

  • Jam

 

D. CARA KERJA :

  1. OP diminta untuk duduk dengan tenang.
  2. Pergelangan tangan OP dipegang untuk menentukan letak arteri radialis dengan tepat.
  3. Untuk meraba arteri digunakan dua atau tiga jari tangan selain jempol dan kelingking. Ditekan dengan lembut hingga jari kita dapat merasakan denyut nadi.
  4. Selama pengukuran, beberapa karakteristik denyut nadi seperti kecepatan denyut nadi per menit, keteraturan irama denyut dan kekuatan denyut harus diperhatikan.
  5. Latihan diulangi sampai diperoleh hasil yang sama, hasil pengukuran dicatat.
  6. OP diminta berolahraga selama 10 menit dan pengukuran denyut nadi dilakukan dengan cara yang sama seperti diatas.

 

E. HASIL PENGAMATAN:

HASIL PENGAMATAN PERCOBAAN DENYUT NADI
No Nama OP Usia Jenis Kelamin Denyut Nadi
Kecepatan Irama Kekuatan
Istirahat Aktivitas Istirahat Aktivitas Istirahat Aktivitas
1 Khalijah 20 Perempuan 80 90 Tdk teratur Teratur Kuat Kuat
2 Disa 20 Perempuan 70 73 Tdk teratur Teratur Sedang Kuat
3 Kresna 20 Perempuan 73 103 Tdk teratur Teratur Kuat Kuat
4 aulia 20 Perempuan 88 92 Tdk teratur Teratur Kuat Kuat
5 Sarah 19 Perempuan 67 79 Tdk teratur Teratur Sedang Kuat

 

 

F. PEMBAHASAN

Dari hasil pengamatan pada praktikum denyut nadi, diperoleh data dari 5 OP. Pada pengukuran denyut nadi yang harus diperhatikan adalah kecepatan, irama, dan kekuatan denyut nadi pada saat istirahat dan beraktivitas, setiap OP memiliki kecepatan, irama, dan kekuatan denyut nadi yang berbeda-beda. Dalam praktikum ini, kami melakukan pengukuran denyut nadi melalui radialis.

Dari hasil pengamatan yang diperoleh, terlihat jelas bahwa denyut nadi pada setiap OP meningkat setelah setelah beraktivitas selama kurang lebih 10 menit. Peningkatan kecepatan denyut nadi pada setiap OP berbeda-beda mulai dari peningkatan kecepatan denyut nadi 3x sampai 30x. Perbedaan kecepatan denyut nadi baik saat istirahat maupun setelah beraktivitas dipengaruhi oleh  beberapa faktor, diantaranya: usia, jenis kelamin, aktivitas atau pekerjaan, makanan, obat-obatan, dan kondisi emosional. Faktor lain yang meyebabkan perbedaan frekuensi denyut nadi  dalam praktikum dapat diakibatkan kesalahan dan ketidaktelitian pengukuran pada saat praktikum.

Dari hasil pengukuran, kecepatan denyut nadi pada saat istirahat berbeda dengan kecepatan denyut nadi setelah beraktivitas. Hal ini disebabkan karena pada saat beraktivitas terjadi peningkatan metabolisme sel-sel otot, sehingga aliran darah meningkat untuk memindahkan zat-zat makanan dari darah yang dibutuhkan jaringan otot sehingga curah jantung akan meningkat untuk mensuplai kebutuhan zat makanan melalui peningkatan aliran darah. Peningkatan curah jantung akan meningkatkan frekuensi denyut jantung yang akan meningkatkan denyut nadi pada akhirnya.

Irama denyut nadi pada waktu istirahat berbeda dengan setelah beraktivitas, pada waktu istirahat, denyut nadi berirama secara tidak teratur karena pada aktu istirahat kontraksi jantung melemah, sehungga tekanan sistol ventrikel berkurang. Artinya gelomnabng denyutan yang muncul dari vebtrikel berkurang. Gelombang denyutan berangsur-angsur berkurang karena mengair, dan hilang semuanya dalam kapiler. Jika otot tetp berelaksasi maka frekuensi gelombang denyut yang dihasilkan semakin berkurangm dan denyut nadi yang dirasakan senakin berkurang dengan tidak teratur, sebaliknya, setelah beraktivitas denyut nadi bertambah kuat dengan irama yang teratur.

 

 

G. KESIMPULAN

  1. Pengukuran denyut nadi dapat dilakukan pada radialis, temporalis, brachialis, femoralis, popliteal, tibia posterior dan pedal.
  2. Kecepatan denyut nadi pada waktu istirahat dan pada waktu beraktivitas berbeda. Kecepatan denyut nadi pada waktu beraktivitas lebih besar dibandingkan waktu istirahat.
  3. Irama denyut nadi pada waktu istirahat lebih tidak teratur dibandingkan pada waktu aktivitas, sehingga meyebabkan kekuatannya juga berpengaruh yaitu pada waktu istirahat kekuatan denyut nadi lebih lemah dibandingkan pada waktu aktivitas.
  4. faktor-faktor yang mempengaruhi denyut nadi yaitu usia, jenis kelamin, aktivitas, status kesehatan, obat-obatan, kondisi emosional dan lain-lain.

 

 

 

 DAFTAR PUSTAKA

 

Ganong, William F. 1999. Buku Ajar Fisiologi kedokteran. Jakarta: ECG

Pearce, Evelyn C. 2002. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: 9Gramedia Pustak  Utama.

Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta:EGC.

Soewolo, dkk. Fisiologi Manusia. Malang: UNM

Sherwood, Lauralee. 1996. Fisiologi Manusia. Jakarta: ECG.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s