Puisi Jingga Untuk Bidadari Bumi

Sebenarnya aku ragu memuat tulisan ini, karena lebih banyak berisi rayuan..Tapi bukan rayuan pulau kelapa..Di balik semua ini, aku ingin mengajarkan padamu kawan. Bahwa cinta itu bukan hanya untuk satu dimensi saja. Engkau bisa mencinta yang lain, Cinta yang tulus di saat engkau juga mencintai seseorang atau bahkan lebih dari satu orang. Tapi bukan seperti kebanyakan kasus para remaja yang ku maksud,  bukan. Tapi saat engkau mencintai makhluk-Nya yang mencintai-Nya pula, cinta yang tulus, sedang engkau juga mencintai-Nya, sangat. Seperti yang sudah kubilang, berbicara sesuai hatimu sulit….tapi puisi bisa mewakilinya…Ini kebanyakan tentang mba2ku di kampus..^^.Mereka orang hebat kawan. Bahkan berani menyuruh orang sepertiku belajar. Katanya Selalu tunjukkan yang terbaik. Itu titipan Rasulullah. Semoga jika mereka membaca, mereka tidak Ge-er.^^, tapi lebih dekat lagi dengan-Nya. Bersedia berkorban lebih banyak lagi untuk agama-Nya. Karena kau selalu ingin tahu kawan, mari kuceritakan padamu.

PUISI JINGGA UNTUK BIDADARI BUMI

Melihat mereka hati yang keras menjadi cair

Mendengar senandungnya kau terlelap dalam surga-Nya

Merasa bahwa angan jingga ada dalam relung jiwamu

Duka akan terlupa

Hanya dalam bias senyumnya kau merelakan waktumu

Dalam sendu  akan berganti bahagia

Mereka bidadari Bumi

Melihatnya ku kan terbawa pada angan kemenangan nyata

Tak lelah meski hati masih bersua dosa

Mengalir indah dalam lingga sunyi

Dalam kata indah terukir dakwah untuk-Nya

MENUNGGU DENDANG TAWA

Saat engkau tau dia  ada,dalam barisan tawa

Dalam syair mengalun indah

Dalam ungu siluet senja

Dalam indah melupakan bayang maya masa lalu

Lalu dalam ia menyapamu

Yang masih terpaku pada diri sendiri

Memberikanmu peluknya

Memberikanmu dendang tawa

Dia ada,dalam pencarianmu

Saat kau tersenyum,bahwa engkau tahu..

Siapa yang baik hati memberikannya untukmu

Kasih sayang-Nya yang tidak engkau tahu

RAFIKA NURULITA

Kakak,mungkinkah ia tahu..

Dalam ragu diri menyapanya

Memberi pandang padamu

Menari dalam surga-Nya

Engkau yang bagai biru

Dalam barisan kapas putih

Indah mengarak di Langit-Nya

Menghiasi semerbak hijau Bumi

Membantu-Nya Menghidupi hati hamba-Nya

Walau hanya dengan senyum hiasi lugu

Dengan kata meski sederhana

Namun tetap ada kala aku dalam senandung lara

Kutitipkan ia dalam ruang di hatiku

Agar ikut menghidupinya,

Yang terkadang lupa pada-Nya

Engkau Fika, ada dalam bait puisi tawa

BARIS FRASA ,SENNY

Engkau ciptaan-Nya,

Berbalut keindahan Yang Musawwir

Menjalani hari penuh Keridhaan cahaya-Nya

Membuat senyum menghiasi wajah antar hamba-Nya

Lebih indah dari lukisan kanvas sanubari

Lebih indah dari pahatan pemahat ternama

Lebih lembut dari warna indahnya langit senja

HATI YANG BERKATA

Ketika aku bertanya pada hatiku, apa yang kau rasa saat ini

Dia menjawab, Aku merindukan sesuatu

Dia embun pagi yang menetes untukku

Menimbulkan kesejukan padamu

Membawa warna kedamaian dalam hidupmu

Ia menyapamu di kala sedih melilitku

Ia memelukmu dalam dekap nyata

Ketika aku kelu beku

Tetap menyayangmu di kala engkau tak mengetahui

Harapnya akanmu mengucur dalam do’anya setiap waktu

Dia yang merelakan waktu untuk-nya dan untukmu

Menjalani titah-Nya seperti bulan memberi terang pada malam

Ia seorang kakak yang kini engkau titipkan dalam ruangku

Wanita yang membuatmu meneteskan air mata do’a ,

Agar Tuhanmu melapangkan segala urusannya

Ia kakak-kakak yang kau sayangi…

KAKAK DALAM DUNIA BARU

Datang di kala aku sendiri

Menapak kaki di dunia baru

Memeluk hangat mengingat surga-Nya

Melindungiku kala luka menyapa

Bidadari Bumi.. Yang membuat iri Bidadari-Nya,

Yang memiliki pancaran ketenangan hati,

Dicintai malaikat kecil dalam kata-kata,

Yang tak lelah menyeru nama-Nya

Meski merasa hati yang bagai Lumpur

Dalam langkah yang tertatih letih

Menebar wangi di Bumi-Nya

Merelakan siang yang hilang dan penebus lelah di sepertiga malam

Mereka wajah putih atas dasar Rahman-Nya

MUSHAF CINTA-NYA

Selalu terjaga pada siang yang berbalut keramaian

Pada malam yang penuh kelelahan dan keluhan

Mereka bait-bait kata cinta-Nya

Mereka berkata dalam diam

Membuktikan dengan kelembutan

Meluruskan dalam kedamaian

Mereka ada dalam sepi..

Setia selalu menenti kekasihnya

Meski dalam ruang yang jarang peduli

RAJUTAN UKHUWAH

Mungkin diri lelah bersendiri

Menutup hati yang tak peduli

Mata hati hilang dalam buih lautan senja

Adakah yang mengerti

Tak perlu lagi kujelaskan selaksa lara di sini

Dalam frasa yang tak bisa ku eja lagi

Adakah jawabnya

Biar kucari dalam rajutan indah itu

Meski suaraku kian parau menyerunya

Meski desah napasku kian lemah

Biar aku tetap menari dalam hujan diam

Adakah ku temui,dalam rajutan ukhuwah

Dalam rindu cinta-Nya

Dalam gumam tawa hamba-Nya

Dalam kerelaan waktu untuk ini

Dalam lara yang kurasa

BAIT-BAIT JAY

Relung jiwanya hanya bias kata

Kata dalam senandung epitaf kerinduan

Gelisah dalam hujan kedamaian

Menanti yang indah dari Ar-Rauufu

Letih hanya untuk Tuhannya

Yang masih ada dalam langkahnya

Meski hati bagai Lumpur dosa

Diri bagai teratai danau hijau

Merelakan waktu untuk titah-Nya

Dalam helai malam tangis yang sunyi

Tak berhenti bersenandung makruf,

Meski indah dunianya

KERINDUANKU

Wahai pemilik kerinduan,

Salahkah jika ku merindunya,

Wahai istri Nabi,

Wahai pemilik rumah dari bambu di surga

Yang tiada berisik lagi letih di dalamnya,

Wahai yang diberi salam oleh Tuhannya..

Jibril dengan malu menyalamimu..

Wahai ummi Qasim,

Wahai yang membuat Aisyah cemburu

Wanita yang pertama shalat di belakang nabiku,

Salahkah jikaku ingin melihatmu

Bersua denganmu, dalam melodi indah kasihmu..

Wahai pemilik kerinduan,

Sampaikan salamku pada khadijah binti Khwailid

BIDADARI KECILKU

Masihku ingat bidadari kecilku

Mata hitam legamnya

Rambut yang hanya di depan dan samping kepala

Sambut hari pukul empat pagi

Ria berceloteh dengan mainannya

Sangat anggun dibalik gaun kecilnya

Di dorong dengan keretamu

Bidadari kecilku

Engkau pernah tidak acuh padaku

Saatku panggil namamu,engkau tak mau tahu

Engkau tidak tertawa

Selelah apapun orang menghiburmu

Kau hanya untukmu sendiri

Saat kudatang lagi padamu,

Lihat bidadariku

Engkau telah punya enam gigi

Engkau bahkan bisa duduk sendiri

Betapa cerah biru hatiku

Kau menoleh saat kupanggil sapaanmu

Engkau tertawa denganku

Dan kau tahu jika ada musik di sekellingmu,

Kau akan riang damai menari-nari

Engkau harus peka pada semua orang,dik

Bidadari kecilku, Alifah Vakha Barizah

Semoga Allah selalu merahmatimu

Gumarang, 310710,08.44

TERUNTUK KEINDAHAN WANITA SHALIHAH

Biarlah kulahirkan sejuta puisi,

Menyatu dengan indah aliran Sungai Seine

Hanya sekedar melihat mutiara di permukaannya

Seindah karya agung-Nya..

Menyatu dalam balutan wanita shalihah..

Melukis lembayung senja di ufuk baratnya

Biar ku dekap nyatanya..

Karena hanya ingin Meneguk hangatnya

BIARKANKU  BERSAMA MEREKA

Biarku bersama manusia

Yang juga bisa mencinta karena-Nya

Tapi bukan dirimu lagi

Menyiksaku meski telah pergi

Meski ku tahu

Ku ingin memelukmu dalam sepiku

Karena seharusnya tak ada kebencian lagi

Hanya menyiksa diriku sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s