Surga dari Ibu

Mereka bilang surga itu di telapak kakimu

Kumencarinya tapi tak kutemui

Bukan, bukan begitu katamu

Lama-lama aku mengerti maksudnya

Kulihat gurat-gurat halus di wajahmu

Kau bilang engkau sudah tua

Kulihat langkah tertatihmu

Kau bilang ini untukku

Saat aku pergi, berat langkahku

Aku ingin di sampingmu saja

Tak boleh begitu katamu

Nanti kau tak bisa mandiri

Saat aku melangkahkan kaki

Berusaha berguna,

Aku tetap ingin saja melakukan yang kau mau

Tak mau melangkah darimu

Saat aku sudah tertidur

Kau baru saja pulang ke rumah

Aku hanya bertemu beberapa menit saja

Sebelum urusan duniaku

Tapi kau janjikan kemandirianku

Keberanianku

Kekuatanku

Dan Kecerdasanku untuk bekalku

Betapa sedikit yang kulakukan untukmu

Hanya bisa mengutip selalu kata-katamu

Ku letakkan di atas nampan pualam

Dibungkus dengan Tilam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s