Sakitilah orang mu’min niscaya ia akan memaafkanmu …

Sakitilah orang mu’min niscaya ia akan memaafkanmu …

Ya… benar,  Sakitilah orang mu’min niscaya ia akan memaafkanmu, karena ia akan menerima semua alasan yang antum berikan, entah itu syar’I atau dibuat seolah itu syar’I dan yakinlah, ia dengan segera akan melupakan kesalahan antum.

Sakitilah orang mu’min niscaya ia akan memaafkanmu, Cukup berikan atau sms saja ke dia suatu kata yang paling ampuh, yang sering kita jadikan legalitas terhadap kesalahan kita yaitu kata “afwan”, niscaya dengan segera ia pasti akan memahami antum.

Sakitilah orang mu’min niscaya ia akan memaafkanmu, buatlah janjinya denganya, buat ia menunggu satu atau dua jam lamanya, niscaya ketika antum datang, yang antum lihat hanyalah senyuman manis dari wajahnya bukan raut wajah musam dan penuh curiga, karena ia telah memaklumi kesibukan antum.

Sakitilah orang mu’min niscaya ia akan memaafkanmu, bebankan seluruh amanah padanya, bebankan tugas-tugas antum padanya, dengan segera ia akan senang, dengan segera ia akan mengiyakan antum, walaupun terhadap dirinya sendiri ia-pun memiliki sejuta masalah, walaupun dikepalanya ada beban yang besar… pasti dengan senang, ia pasti akan membantu antum, karena ia menyayangi antum.

Sakitilah orang mu’min niscaya ia akan memaafkanmu, katakanlah perkataan yang menyakiti hatinya, katakan dihadapan orang-orang banyak, niscaya antum hanya akan melihat ia mengadahkan tanganya dan memintakan antum ampunan pada Rabb semesta alam, dan dengan segera ia memaafkan antum.

Sakitilah orang mu’min niscaya ia akan memaafkanmu, katakan padanya, bahwa antum letih berada di jalan da’wah ini, katakan padanya bahwa antum sudah tak sanggup memikul amanah ini, katakan saja padanya, katakan bahwa sebab dirinyalah yang menyuruh ikut berada “dijalan ini”  sehingga antum mengalami hal seperti ini …

Antum tahu … saat itu ia akan meng-iqob dirinya, ia akan meminta maaf ke antum, dan selepas antum pergi, ia akan menangis dalam tahajud malamnya dan segera mendoakan kebaikan untuk antum.

Dan Sungguh unik perkara seorang mu’min itu …

Apabila ia menerima musibah, apabila ia menerima penderitaan, apabila ia disakiti, di zalimi, dianiaya, dan dikecewakan …

Ia akan tetap bersabar, ia akan tetap tegar, ia tidak akan mengeluh, dan ia akan tetap berusaha tersenyum dan ini menjadi suatu pahala bagi dirinya …

Apabila ia memperoleh nikmat, ia akan bersyukur, ia tidak akan menyimpan nikmat itu sendirian, ia akan berbagi dengan saudaranya, ia tidak kikir apalagi bakhil, ia juga tidak akan lupa dengan saudaranya yang lain, dan ini menjadi suatu pahala bagi dirinya …

“””””””””””””””””””””””””””””””””

Ya… Ia memang seperti itu, selalu mudah membantu kita, selalu hadir disaat kita membutuhkanya, selalu ada saat dalam kondisi tersulit sekalipun, ia selalu menampakan senyumanya, pun ia selalu memaafkan kesalahan yang kita lakukan padanya dan tak lupa ia selalu mendoakan kebaikan untuk anda …

Akhi fillah … Kalaulah suatu saat nanti orang tersebut kita panggil dan tidak ada jawaban dari dirinya, tidak berada disamping kita ketika kita sudah berusaha menghubunginya meminta dia supaya membantu kita … …

Saat itu datanglah cepat padanya … karena mungkin ia sangat membutuhkan antum…

Wahyudi prasetianto (Kadept Muslim Media Center Masjid Ulul Albaab 2010-2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s