Jaringan Hewan

HASIL PENGAMATAN

  1. Pengamatan penampang epitel pada katak dengan perbesaran 40X memperlihatkan bahwa pada jaringan epitel katak berbentuk pipih dan jarak antar sel-nya sangat rapat.
  2. Pengamatan penampang tetesan darah katak dengan perbesaran lensa objektif 40X memperlihatkan bahwa pada jaringan darah katak terlihat kumpulan sel darah merah yang berbentuk bulat-bulat lonjong banyak dan menyebar.
  3. Pengamatan preparat tulang rawan dengan perbesaran objektif 40X memperlihatkan bahwa terdapat kondrin,lacuna dan matriks.
  4. Pengamatan preparat otot polos dengan perbesaran 40X memperlihatkan bahwa bentuk sel gelendong dengan sebuah inti pipih terletak ditengah
  5. Pengamatan preparat otot lurik dengan perbesaran 40X memperlihatkan bahwa bentuk sel memanjang, berinti banyak menyebar, terdapat garis-garis gelap.
  6. Pengamatan preparat otot jantung dengan perbesaran 40X  memperlihatkan bahwa bentuk sel memanjang, dan bercabang, inti sel terdapat di tepi sel.
  7. Pengamatan preparat jaringan saraf dengan perbesaran 40X kurang jelas. Di duga garis-garis melintang adalah dendrit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

Jaringan Epitel

Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi permukaan tubuh, organ tubuh atau permukaan saluran tubuh hewan. Jaringan epitel memiliki beberapa sifat khusus antara lain, bentuk sel-sel teratur dan umumnya berbentuk pipih, kubus atau silindris; sel-sel tersusun dengan sangat rapat; semua jaringan epitel terikat erat pada jaringan penyambung yang ada  dibawahnya oleh suatu selaput tipis yang si sebut lamina basal; dan tidak mengandung pembuluh darah.

Fungsi jaringan epitel antara lain: Sebagai lapisan pelindung , sebagai organ eksteroreseptor yang mampu menerima rangsangan dari luar, sebagai alat ekskresi, sebagai alat osmoregulasi, sebagai alat proses respirasi,sebagai alat gerak (selaput renang pada katak).

Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan epitel dinagi menjadi 2 kelompok, yaitu epitel penutup dan epitel kelenjar. Berdasarkan bentuk sel penyusunnya, jaringan epitel dinedakan atas epitel pipih,kubus,silindris. Berdasarkan jumlah lapisan yang menyusunnya, jaringan epitel dibedakan atas jaringan epitel selapis, jaringan epitel berlapis dan jaringan epitel berlapis semu.(Ernawati,Adnan.2006. Biologi SMA dan MA.Jakarta.Widya Utama)

 

  1. Epitel Selapis

Jaringan epitel selapis tersusun atas satu lapisan sel. Terdapat di tempat-tempat yang tidak banyak mengalami kerusakan mekanis. Biasanya jaringan epitel selapis berperan dalam proses difusi, sekresi,absorpsi dan filtrasi. . Berdasarkan bentuk sel penyusunnya, jaringan epitel dibedakan atas epitel selapis pipih, epitel selapis kubus, epitel selapis silindris.

  1. Epitel selapis pipih

Epitel selapis pipih mempunyai sel berbentuk pipih, Inti sel bulat dan terletak di tengah sel. Umunya, epitel selapis pipih di temukan di bagian tubuh yang memiliki membran semipermeabel.

  1. Epitel selapis kubus

Memiliki sel berbentuk kubus dengan inti sel bulatdan terletak di tengah sel.

  1. Memiliki sel-sel berbentuk silinder dengan inti sel berbentuk bulat dan terletak dekat dasar sel.
  2. Epitel berlapis banyak palsu

Epitel ini di katakana berlapis banyak palsu karena ada penampang tegak lurus nampak seperti berlapis banyak.

  1. Epitel berlapis banyak

Berbeda dengan jaringan epitel selapis, jaringan epitel berlapis banyak umumnya terletak di tempat-tempat yang mengalami kerusakan mekanis. Lapisan ini berperan sebagai pelindung.

 

Dari teori yang telah diungkapkan diatas dapat kita hubungkan dengan hasil pengamatan. Pada pengamatan preparat epitel  katak terlihat bahwa bentuk sel pipih, teratur dan ruang antar sel sangat rapat serta terdapat inti di tengah sel. Ciri-ciri ini sama dengan ciri-ciri pada jaringan epitel selapis pipih.

 

Jaringan Konektif

 

Jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam matrik ekstraseluler. Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm. Sel-sel tersebut mensintesis matriks, dengan anyaman serat yang tertanam di dalamnya (Campbell et al.1999). Jaringan ikat ini dapat dibedakan menjadi (1) jaringan ikat longgar dan (2) jaringan ikat padat, (3) jaringan lemak, (4) jaringan darah, (5) kartilago, dan (6) tulang.

Jaringan Darah

 

Darah adalah jaringan ikat yang tersusun sebagian besar cairan. Matriks darah disebut plasma, yang tersusun oleh air, garam mineral, dan protein terlarut. Sel darah merah dan putih tersuspensi di dalam plasma. Darah ini berfungsi utama dalam transfor substansi dari satu bagian ke bagian lain. Di samping itu, darah juga berperan dalam sistem kekebalan (Campbell et al. 1999), (http://www.scribd.com/doc/5148081/JARINGAN-HEWAN).

 

Bagian-bagian dari jaringan darah adalah :

  1. Sel darah, dibagi menjadi sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengangkut oksigen dan sel darah putih (leukosit) berfungsi untuk melawan benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
  2. Keping-keping darah (trombosit) berfungsi dalam proses pembekuan darah.
  3. Plasma darah, komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan, hormone, zat sisa hasil metabolisme, antibody dan lain-lain

(http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0046%20Bio%202-1e.htm. 7:14. kamis, 15 oktober)

Dalam pengamatan sel darah yang diambil dari katak, hanya dapat terlihat bentuk sel yang bulat-bulat lonjong banyak dan menyebar, bentuk ini dapat diperkirakan adalah sel darah merah (eritrosit) yang sesuai dengan sifatnya yang berwarna merah dengan bentuk bulat lonjong bikonkav, sel darah putih dengan perbesaran yang kecil dan mikroskop cahaya yang sederhana tidak nampak dengan jelas dalam pengamatan karena selain bentuk sel darah putih yang dapat berubah-ubah kemudian ukurannya yang lebih kecil dibandingkan dengan sel darah merah serta warnanya yang putih adalah hal-hal yang menyebabkan sel darah putih tidak terlalu nampak jelas dalam pengamatan. Selain itu yang nampak terlihat adalah matriks jaringan darah yang berupa cairan plasma darah tersebut yang mengisi dan mengelilingi dari sel-sel darah merah yang terlihat.

 

Jaringan Tulang Rawan

 

Tulang rawan merupakan hasil spesialisasi dari jaringan elastis. Matriks tulang rawan merupakan campuran protein dengan polisakarida yang disebut kondrin. Oleh karena itu, sel tulang rawan disebut kondrosit. Kondrosit dibentuk oleh kondroblas. Kondrosit terletak dalam lakuna yang terdapat dalam perikondrium. Tulang rawan tidak menandung pembuluh darah dan saraf kecuali lapisan luarnya (perikondrium). Tulang rawan memiliki sifat lentur karena tersusun atas zat interseluler yang berbentuk jelly yaitu condoithin sulfat yang di dalamnxa terdapat serabut kolagen dan elastin. Pada zat interseluler tersebut juga terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna yang berisi sel tulang rawan yaitu condrosit. Pada orang dewasa tulang rawan lebih sedikit dibanding dengan anak-anak. Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim. Pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan/perinondrium yang banyak mengandung kondroblas/pembentuk sel-sel tulang rawan, fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.

Tulang rawan terbagi atas tiga jenis yaitu, tulang rawan hialin, tulang rawan elastic,dan tulang rawan fibrosa. (Bambang.2006.Biologi.Jakarta:Erlangga)

 

Jaringan Otot

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot. Otot berperan dalam pergerakkan organ tubuh atau bagian tubuh. Kemampuan otot untuk berkontraksi di sebabkan oleh adanya serabut kontraktil. Serabut kontraktil tersusun filament atau benang aktin dan miosin. Jaringan itit dapat dibedakan atas tiga macam , yaitu : otot polos, otot rangka dan otot jantung.

Otot Polos

  1. Bila kita mengamati dengan menggunakan mikroskop sel otot ini nampak polos dan tidak bergaris melintang. Serabut kontraktilnya tidak memantulkan cahaya berselang-seling,sehingga sarkoplasma-nya (sitoplasma dalam sel otot) tampak polos dan homogeny. Sel otot polos berbentuk gelendong dengan sebuah inti pipih terletak ditengah sarkoplasma. Sesuai dengan gambar yang kami amati pada mikroskop, bahwa inti sel dari otot polos ditengah dan tidak bercabang-cabang. Otot polos biasanya terletak di organ-organ dalam sehingga disebut otot visera. Contohnya di lambung,usus dan pembuluh darah. Otot polos mempunyai persyarafan autonom, artinya bekerja tidak dibawah kesadaran, kontraksinya pun lambat dan tidak cepat lelah.
  2. Otot Lurik

Otot lurik atau otot rangka banyak di temukan di rangka-rangka, mata, lidah dan   bibir. Disebut otot lurik karena jika dilihat di mikroskop tampak saerah selang gelap dan terang, daerah selang gelap tersebut ditimbulkan karena adanya susunan molekul-molekul fibril protein aktin dan myosin yang khas. Bentuk otot lurik silindris , memanjang mempunyai banyak inti sel. Bekerja dibawah kesadaran artinya menurut perintah dari otak kita, karena itu otot luril disebut juga otot sadar. Kontraksinya cepat, kuat tetapi cepat lelah. Namun karena preparat awetan yangdigunakan sudah agak lama, jadi gambar yang kami lihat kurang jelas.

 

  1. Otot Jantung

 

Otot jantung terdiri dari sel-sel individual yang panjang atau bercabang-cabang yang berjalan sejajar. Sel tersebut memiliki inti tunggal. Pada tempat perhubungan ujung ke ujung, terdapat discus intercalaris yang merupakan pertemuan dua sel dan menjadi ciri khas dari otot jantung. Discus intercalaris tampak sebagai daerah gelap. (Ernawati,Adnan.2006. Biologi SMA dan MA.Jakarta.Widya Utama)

Otot jantung ini hanya terdapat pada jantung. Strukturnya sama seperti otot lurik, gelap terang secara berselang seling dan terdapat percabangan sel. Kerja otot jantung tidak bisa dikendalikan oleh kemauan kita, tetapi bekerja sesuai dengan gerak jantung. Jadi otot jantung menurut bentuknya seperti otot lurik dan dari proses kerjanya seperti otot polos, oleh karena itu disebut juga otot spesial. (timedukasi.net.2007.diunduhdari http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_full.php?id=376&fname=materi04.html.jum’at,16oktober2009.21:13)

Proses  kontraksi otot jantung sangat lambat. Otot jantung hanya terdapat di jantung dan memiliki peran penting untuk memompa darah keluar jantung menuju ke seluruh tubuh. (Ernawati,Adnan.2006. Biologi SMA dan MA.Jakarta.Widya Utama)

 

Dari teori yang telah diungkapkan diatas dapat kita hubungkan dengan hasil pengamatan. Pada pengamatan preparat jaringan otot jantung terlihat dengan sangat jelas percabangan antar sel, inti tunggal terdapat di tepi. Ciri-ciri tersebut sama seperti pembahasan di atas. Dari teori di paparkan bahwa struktur otot jantung seperti otot lurik yaitu gelap dan terang namun pada pengamatan di mikroskop dengan perbesara 40X bagian itu tidak terlihat.

 

Jaringan Saraf

Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) yang mempunyai cirri khusus, yaitu mempunyai penjuluran sitoplasma yang panjang. Sel saraf terletak menyebar diseluruh tubuh. Sel saraf yang terdapat pada system saraf pusat, selain disusun oleh neuron, juga disusun oleh sel neuroglia.

 

Struktur sel saraf (neuron):

Sitoplasma neuron mengandung ribosom, badan golgi, reetikulum endoplasma, dan mitokondria. Neuron mendapatkan suplai makanan melalui sel neuroglia yang menyelubunginya. Neuron tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.

Badan sel mengandung inti sel. Setiap rangsangan akan dibawa ke badan sel oleh dendrit. Dendrit merupakan kumpulan serabut sitoplasma. Dendrit berfungsi membawa rangsangan menuju ke badan sel. Akson merupakan serabut sitoplasma tunggal. Akson berfubgsi membawa rangsangan meninggalkan badan sel.

 

Akson dari beberapa vetebrata diselubungi oleh sel penyokong yang disebut sel schwan. Bagian ujung akson juga dapat bercabang-cabang. Titik temu antara ujung akson neuron yang satu dengan dendrit neuron lainnya disebut sinapsis. Sinapsis berfungsi meneruskan rangsangan ke sel saraf yang lain. Sinapsis mengeluarkan bahan kimia yang disebut neurotransmitter, yang berguna untuk meneruskan rangsangan.

 

Neuron digolongkan berdasarkan pada cara neuron memindahkan rangsangan dan posisi yang ditempati neuron. Berdasarkan kedua hal tersebut, ada tiga jenis neuron, yaitu neuron sensori, neuron intermediet, dan neuron motor.

Bila preparat awetan jaringan saraf dilihat di bawah mikroscop, yang terlihat hanyalah dendrit-dendritnya saja. Karena badan selnya terletak di otak. (Bambang.2006.Biologi.Jakarta:Erlangga)

 

KESIMPULAN

 

Dari beberapa kajian teori yang telah didapat yang kemudian dibandingkan dengan hasil pengamatan, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :

 

  1. Jaringan Epitel berlapis tunggal pipih tersusun atas inti sel bulat dan terletak di tengah sel. Epitel selapis pipih di temukan di bagian tubuh yang memiliki membran semipermeabel.

 

  1. Jaringan darah tersusun atas bagian cairan yang di sebut plasma darah dan bagian padatan yang terdiri dari bermacam-macam sel :

 

 

  Sel darah merah Sel darah putih Plasma darah Trombosit
bentuk Bulat pipih, bikonveks Bulat, dapat berubah-ubah bentuk

 

cairan Tidak teratur
inti tak berinti berinti

 

 

 

Tak berinti Tidak berinti

 

  1. Perbedaan antara otot polos, otot rangka dan otot jantung adalag sebagai berikut :

 

  Otot Polos Otot Lurik Otot Jantung
Morfologi Gelendong, inti tunggal di tengah Panjang, terdapat daerah terang-gelap Panjang, bercabang-cabang, terdapat daerah terang-gelap
Fisiologi –         Reaksi tak sadar

–         Reaksi lambat

–         Tahan kelelahan

–         Reaksi sadar

–         Reaksi cepat

–          Cepat lelah

–         Reaksi sadar

–         Reaksi lambat

–         Tahan kelelahan

Letak Pembuluh darah

Saluran pencernaan

jantung – rangka

– kulit

 

  1. Jaringan tulang rawan terdiri atas kondrin, lacuna dan matriks
  2. Jaringan saraf terdiri atas badan sel (nucleus, dendrite dan axon) berfungsi menerima dan menyampaikan rangsangan dari bagian tubuh yang satu ke bagian tubuh yang lain.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira

Bambang.2006.Biologi.Jakarta:Erlangga

Campbell, Neil A, Reece, Jane B, G. Mitchell, Lawrence, Alih bahasa, Rahayu Lestari…[et al.].1999. BIOLOGI. Jilid 3. Jakarta: Erlangga

Diunduhdarihttp://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0046%20Bio%202-1e.htm. 7:14. kamis, 15 oktober

Di unduh dari http://www.scribd.com/doc/5148081/JARINGAN-HEWAN.  Kamis, 15 oktober. 8:14

Ernawati,Adnan.2006. Biologi SMA dan MA.Jakarta.Widya Utama

Khristiyono.2006.Biologi SMA dan MA.Jakarta. Erlangga

Sihombing, Betsy.et. al.,2000.Panduan Praktikum Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta. Jakarta

Syamsuri, Istamar.2007.Biologi untuk SMA Kelas XI.Jakarta: Erlangga

timedukasi.net.2007.diunduhdarihttp://www.edukasi.net/mapok/mp_full.php?id=376&fname=materi04.html.jum’at,16oktober2009.21:13

 

 

 

 

One thought on “Jaringan Hewan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s