Determinasi Bakteri

  1. A.     TUJUAN
    1. Mengenal bentuk-bentuk koloni bakteri dalam berbagai medium
    2. Mendeterminasi koloni bakteri pada berbagai medium
    3. Mengetahui kebutuhan oksigen pada bakteri

 

  1. B.      PENDAHULUAN

Bakteri adalah domain yang terdiri dari makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti (prokariota).Bakteri dulu terbagi menjadi Bacteria dan Archaebacteria, namun sekarang Archaebakteria memiliki domain sendiri yang disebut Archaea. Bakteri memiliki ciri-ciri antara lain tidak memiliki membran inti, tidak memiliki organel bermembran, memiliki dinding sel peptidoglikan, dan materi asam nukleatnya berupa plasmid (Postlethwait dan Hopson, 2006).

Bakteri memiliki beragam variasi bentuk, seperti coccus, basil, dan spiral. Bakteri dapat hidup soliter maupun berkoloni dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Bakteri memiliki habitat yang bervariasi, dari air, tanah, udara, hingga dalam tubuh hewan, misalnya dalam usus manusia. Bakteri ada yang dapat hidup secara anaerob murni dan akan mati dengan adanya oksigen, ada yang bersifat aerob dan memerlukan oksigen untuk metabolismenya, dan ada yang bersifar aerob fakultatif yaitu dapat hidup pada kondisi anaerob, tapi bila ada oksigen, metabolismenya bersifat aerob  (Betsy dan Keogh, 2005).

Bakteri secara genetis diklasifikasikan menjadi 5 grup besar, yaitu Proteobacteria, Cyanobacteria, Spirocheta, Chlamydia, dan Firmicuta. Proteobacteria merupakan grup bakteri terbesar dan merupakan asal usul mitokondria pada eukariota dengan proses endosimbiosis. Cyanobacteria merupakan grup bakteri yang memiliki k;orofil dan dapat berfotosintesis. Spirocheta adalah kumpulan bakteri yang berbentuk spiral. Chlamydia adalah bakteri dengan ukuran yang relatif kecil dibanding grup lain dan umum hidup sebagai parasit. Firmicuta adalah bakteri yang umum memproduksi endspora (Purves dan Sadava, 2003).

Pada umumnya bakteri tersebar luas di alam.Ada yang hidup bebas, besifat saprofitik, parasit, atau patogen pada manusia, binatang atau tumbuhan.Ada tiga bentuk dasar bakteri, yaitu bentuk bulat (coccus), batang (bacillus), dan melilit (spiral) (Irianto, 2007).

Identifikasi dan determinasi suatu biakan murni bakteri yang diperoleh dari hasil isolasi dapat dilakukan dengan cara pengamatan sifat morfologi koloni, morfologi sel bakteri, pengujian sifa-sifat fisiologi dan biokimianya. Selain itu, identifikasi juga dapat dilakukan dengan pengujian sifat patogenitas dan serologinya.Pertumbuhan bakteri di alam dipengaruhi oleh berapa faktor luar seperti substrat pertumbuhan, pH, temperatur, dan bahan kimia. Bakteri yang nampak dapat memiliki morfologi yang sama, namun keperluan nutrisi dan persyaratan ekologinya berbeda (Soetarto, 2008). Untuk pengamatan morfologi bakteri dengan jelas, tubuhnya perlu diisi dengan cat warna, pewarnaan ini disebut pengecatan bakteri ( Irianto, 2007).

Karakterisasi morfologi bertujuan untuk mengamati baik morfologi koloni maupun morfologi sel bakteri pada isolat bakteri yang telah lolos seleksi. Ketika ditumbuhkan dalam media yang bervariasi, mikroorganisme akan menunjukkan penampakan makroskopis yang berbeda-beda pada pertumbuhannya. Perbedaan ini disebut dengan karakteristik kultur, yang digunakan sebagai dasar untuk memisahkan mikroorganisme dalam kelompok taksonomik (Capuccino dan Sherman, 1992). Isolat bakteri yang diperoleh diamati morfologi koloni dengan melihat bentuk koloni, warna, tepian dan elevasi pada medium agar lempeng, agar tegak dan agar miring. Sedangkan morfologi sel ditentukan dengan melihat olesan biakan yang sudah diwarnai dibawah mikroskop dan melihat bagaimana bentuk sel, sifat gram dan kemampuan membentuk spora dari bakteri tersebut.

Bentuk morfologi pertumbuhan koloni bakteri pada streak agar ada beberapa macam yaitu filiform, villous, echinulate, bead, rhizoid, effuse, dan arborescent. Bentuk pertumbuhan koloni pada nutrient cair yaitu pellicle, membranous, flocculent dan ring (Pelczar, 2005).

  1. C.      BAHAN DAN METODE

ALAT:

–  Cawan petri steril

–  Tabung reaksi

–  Ose

–  Label

BAHAN:

–  Biakan murni agar miring umur 24 jam

–  Medium nutrient agar tegak

–  Medium nutrient agar miring

–  Medium nutrient agar cair

  1. E.      PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini dilakukan identifikasi dan determinasi bakteri dari hasil isolasi biakan dengan mengamati morfologi koloninya.Dengan menggunakan berbagai macam medium, yakni medium tegak, medium miring , medium cair dan medium lempeng.

Sebelum melakukan   percobaan,  segala sesuatu yang mungkin mengadakan kontak dengan harus berada dalam keadaan steril. Hal ini dilakukan agar tidak terjadinya kontaminasi.

Semua pekerjaan pada praktikum ini dilakukan dengan memperhatikan prosedur teknik aseptic. Kerja aseptic dilakukan dengan bekerja didekat nyala api Bunsen dengan jarak +/- 20 cm. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kontaminasi. Sebelum melakukan kerja, alat-alat harus   disemprot alkohol dan dibakar untuk menjaga kesterilan, sedangkan   bunsendinyalakan 10 menit sebelum bekerja bertujuan agar terjadi radiasi sehingga mikroorganisme menjauh.

Inokulasi biakan bakteri dilakukan dengan menggunakan ose . Sebelum mengambil bakteri, ose harus dipanaskan sampai membara untuk mensterilisasi ose sehingga tidak ada mikroorganisme lain yang menempel padanya. Setiap   perlakuan   di   usahakan   dilakukan   sesuai dengan prosedur teknik aseptis (di dekat api bunsen). Teknik aseptic ini berfungsi agar saat inokulasi, bahan   serta   alat   gelas   yang   digunakan   tetap   steril.

Medium yang digunakan pada praktikum ini adalah medium nutrien agar (NA).Alasan digunakan media NA karena komposisinya yang terdiri dari ekstrak daging sapi didalamnya yang mengandung protein, karbohidrat, vitamin, dan sedikit lemak, yang sangat dibutuhkan bakteri dalam pertumbuhannya.

Tahap penutup adalah inkubasi selama 24-48 jam pada suhu kamar.Inkubator sebagaitempat penyimpanan steril cawan petri dengan menyeting suhu optimum bakteri untuk tumbuh.Yang perlu diperhatikan adalah, saat dimasukkan ke dalam incubator, posisi   cawan petri harus terbalik. Posisi cawan petri terbalik untuk menghindari uap air hasil metabolisme bakteri akan menetes dari tutup cawan kepermukaan media. Hal ini akan menghasilkan suatu masa pertumbuhan yang menganak sungai dan menghancurkan pembentukan koloni secara individu. Sehingga untuk menghindari hal ini, maka ketika diinkubasi, bagian bawah cawan petri diletakkan di atas atau terbalik.

Bacillus subtilis

–   Bacillus subtilis pada agar tegak

Pertumbuhan bakteri pada agar tegak meratapada bagian permukaan hingga dasar tabung.Ini karena bakteri bersifat aerob yang bergerak ke atas untuk mendapatkan oksigen sehingga pertumbuhan bakteri lebih banyak tumbuh di atas permukaan media tegak ini.

–   Bacillus subtilis pada agar miring

Bakteri ini tumbuh di atas permukaan agar miring sesuai dengan goresan yang dibentuk oleh praktikan.Warna bakteri ini adalah putih dan bakteri ini memiliki sifat aerob.Pada agar miring ini, pertumbuhan bakteri lebat karena agar miring atau media miring ini memungkinkan kontak dengan oksigen untuk mendapat nutrisi bagi bakteri.

–   Bacillus subtilis pada media cair

Warna media  menjadisedikit keruh setelah dimasukkan bakteri, ini menunjukkan bahwa bakteri ini tumbuh di media cair ini secara menyebar. Bakteri pun banyak tumbuh di atas permukaan media cair ini dikarenakan bakteri bergerak ke atas untuk mendapatkan oksigen lebih banyak.

–   Bacillus subtilis pada plat agar

Bakteri ini tumbuh diatas permukaan media, ini menunjukkan bahwa bakteri ini bersifat aerob. Aerob ini adalah organisme yang membutuhkan oksigen ini ditunjukkan  dengan pertumbuhan   bakteri   yang   menuju   ke   atas   untuk   mendapatkan   oksigen   yanglebih banyak. Pertumbuhan bakteri ini lebih banyak dibandingkan dengan pertumbuhan bakteri di media lain ini disebabkan karena luas permukaan sentuh media plat dengan oksigen lebih banyak.

Pseudomonas aeruginosa

–   Pseudomonas aeruginosa pada agar tegak

Bakteri tumbuh dipermukaan atas agar sampai dasar tabung yang diberi tusukan.Warna bakteri ini adalah kehijauan muda karena bakteri ini mengeluarkan fikosianin yang dapat merubah warna media.Bakteri  ini menyebar keseluruhan pada agar. Oleh karena itu bakteri ini bersifat aerob.

–   Pseudomonas aeruginosa pada agar miring

Bakteri tumbuh diatas permukaan miring sesuai dengan goresan yang dibuat oleh praktikan dan berwarna hijau kebiruan. ini menandakan bahwa bakteri ini bersifat aerob.

–   Pseudomonas aeruginosa pada media cair

Bakteri ini menyebar keseluruhan dari atas permukaan hingga dasar tabung tetapi banyak koloni bakteri yang terbentuk diatas permukaan media.Media menjadi sedikit keruh yang berarti pertumbuhan bakteri ini menyebar.

–   Pseudomonas aeruginosa pada plat agar

Bakteri  ini  tumbuh membentuk  warna hijau  kebiruan  yang tumbuh  di atas  permukaan plat. Bakteri ini bersifat aerob.Aerob adalah organism yang membutuhkan oksigen.

Thiobacillus Sp.

–   Thiobacillus Sp.pada agar tegak

Pertumbuhan bakteri pada agar tegak merata, tetapi hanya sampai 2/3 dari bagian tabung dan tidak ditemukan di dasar tabung.Ini karena bakteri bersifat aerob yang bergerak ke atas untuk mendapatkan oksigen sehingga pertumbuhan bakteri lebih banyak tumbuh di atas permukaan media tegak ini.

–   Thiobacillus Sp.pada agar miring

Bakteri ini tumbuh di atas permukaan agar miring sesuai dengan goresan yang dibentuk oleh praktikan.Warna bakteri ini adalah putih dan bakteri ini memiliki sifat aerob. Pada agar miring ini, pertumbuhan bakteri banyak sama halnya dengan pertumbuhan bakteri pada media plat karena agar miring atau media miring ini memungkinkan kontak dengan oksigen untuk mendapat nutrisi bagi bakteri.

–   Thiobacillus Sp. pada media cair

Warna media  menjadi keruh setelah dimasukkan bakteri, ini menunjukkan bahwa bakteri ini tumbuh di media cair ini secara menyebar. Bakteri pun banyak tumbuh di atas permukaan media cair ini dikarenakan bakteri bergerak ke atas untuk mendapatkan oksigen lebih banyak.

–   Thiobacillus Sp.pada plat agar

Bakteri ini tumbuh diatas permukaan media, ini menunjukkan bahwa bakteri ini bersifat aerob. Aerob ini adalah organisme yang membutuhkan oksigen ini ditunjukkan  dengan pertumbuhan   bakteri   yang   menuju   ke   atas   untuk   mendapatkan   oksigen   yanglebih banyak. Pertumbuhan bakteri ini lebih banyak dibandingkan dengan pertumbuhan bakteri di media lain ini disebabkan karena luas permukaan sentuh media plat dengan oksigen lebih banyak.

  1. F.       KESIMPULAN
  2. Bentuk koloni bakteri pada medium tegak adalah echinulate bagi Thiobacillus Sp dan Pseudomonas aeroginose, dan curled bagi Bacillus subtilis.
  3. Perubahan warna medium menjadi kehijauan yang terjadi pada media berisi Pseudomonas aeroginoseI disebabkan karena bakteri ini menguarkan pigmen fikosianin
  4. Thiobacillus Sp , Pseudomonas aeroginose, dan Bacillus subtilis adalah termasuk bakteri aerob

DAFTAR PUSTAKA

Black, J.G.1999.  Microbiology Principles and Explanation.Prentice Hall International, Inc. New Jersey

Betsy, Tom dan Keogh, Jim. 2005. Microbiology Demystifed. McGraw-Hill Publisher. USA

Burrow, W.1959. Textbook of Microbiology. W.B. Saunders Company. Philadelphia

Koes Irianto.2007. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 1. Bandung : CV Yrama Widya

Pelczar, M.J dan E.C.S Chan. 2005.Dasar-Dasar Mikrobiologi. UI Press. Jakarta

Postlethwait dan Hopson. 2006. Modern Biology. Holt, Rinehart and Winston. Texas

Purves dan Sadava. 2003. Life The Science of Biology 7th Edition. Sinauer Associates Inc. New York

Sarles W.B, W.C Frazier, J.B. Wilson, and S.G. Knight. 1956.Microbiology. Harper&Brother. New York

Talaro K.P. and A. Talaro, 1999.Foundation in Microbiology Third Edition. McGraw Hill Company. Boston

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s