Temu Muslimah 2011

Cerita yang sempat hilang 2

 

Pernah terbayang seorang penyendiri dan sering lupa siapa nama orang yang barusan menyapanya dijadikan sebagai ketua Temu Mahasiswa Muslimah??

Terbayang bahwa anak ini adalah wajah terdatar no. 1 di Biologi 2009 atau mungkin wajah terjutek di UNJ kampus B?

Dan ia tetap harus jadi ketua acara yang baru pertamakali diadakan biro Keputrian MUA. Kalau awalnya sudah buruk, bagaimana selanjutnya?

Sudah terbayang tugas bocah ini?OK. Mulai…

Awalnya dari Pasar Baru, lho…Kok Jauh banget dari UNJ?

Aku (hehe, tokohnya jadi aku) naik Bus dari Tangerang menuju pasar Senen, lalu ke kampus seperti biasa. Saat melewati gedung kesenian Jakarta dan pelukis yang berjejeran (di tempat ini khayalanku suka meninggi dan pikiran ke mana-mana karena otak kanan sedang bekerja). Saat itu terpikir─kenapa nggak jadi ketua Temu Muslimah aja sekalian?? Nah lho, malaikat mana lagi yang lewat? Waktu perjalanan melewati kebon Jeruk juga,kepikiran untuk menggerakkan AlRohMan. Alumni Rohis SMA.

            Saat itu aku asyik mengidentifikasi paku bersama Devi di depan MUA akhwat. Ka Khoirun lewat, ”Hmm, masih sedikit yang isi” Dia berkomentar melihat OR Temu Muslimah di Mading MUA akhwat. Aku ikutan komentar, “Iya, belum ada ketuanya juga, ade jadi penasaran tugas ketua apaan?” Pemicu absurd. Aku bilang juga apa. Ini pengaruh khayalan yang aneh-aneh di Bus.

”Oh, Qorin mau jadi ketua?” Alih-alih pergi, Ka khoirun menulis namaku di bawah tulisan ketua. Bencana!..kalau di komik Jepang, Mataku jadi Cuma dua titik bulat, ada garis-garis panjang di dekat rambut bagian kanan ada keringat kecil di ujung kirinya. Ditambah alisku yang berupa garis keriting dan mulutku huruf ’O’ kecil.

Dia tulis Al-qorina. Berarti bukan aku. Aku Al Qorina. Excuse!

Saat fiksasi kulihat nama ketua, Al Qorina─kok jadi bener? Hm, iya, ini tulisan yang kukenal.  Tulisan Ka Fika. Dia tahu namaku.

Di syuro perdana, aku datang. Baguslah gak kabur. Aku rencanakan syuro Jum’at sore ini. Eh, ada tambahan Metpeng. Tapi tetep harus rapat.

Pernah terbayang, penulis buku terkenal (tapi di UNJ ga terkenal, T_T) dibayar duaribu rupiah. Atau pernah terbayang, bocah mengundang dosen yang pernah menjadi Dekan untuk acara yang baru pertama kali diadakan. Di sinilah semua hal itu terjadi.

Dengan segala kepusingan acaranya, miss komunikasi karena ada dua sekretaris, ka hamida (SC) yang seolah masih gak mau ’melepaskan’ panitia paling tidak 80%. Mulai print kupon-kupon infak, mengatur undangan ke penulis buku terkenal (nama penulis disamarkan).

Ka Hamid malam2 sms tu..kaya sesegukan gitu nadanya. Aku ingat smsnya : “Maaf, saya pernah ada pengalaman buruk di UNJ, panitianya gak sigap,acaranya ngaret. Saya rasa sya gak bisa datang lagi ke kampusmu itu.Semoga acaramu itu lancer tanpa kehadiran saya” Ya Allah, seburuk itukah kampus kita─

Mengundang moderator ,”Aduh, maaf. Saya ada agenda kalau hari jum’at. Gak bisa” Kata bu Atin di ujung telepon sana.

Sampai mau nyerah, gak bisa tidur tiap malam. Minggu-minggu UAS pula. Sampai dapat saran ka fika, Pak Isa Alamsyah aja?

Batin bergejolak, ka hamid maunya tentang pendidikan muslimah, hmmm..Isa Alamsyah kan suami Asma Nadia, feenya gimana?

Besoknya, aku coba-coba sms pak isa, kirim email, tlp. Mailbox. Sampe mau tidur…Kehabisan akal. Aaah, aku punya kartu nma Asma Nadia juga. Kuambil itu dari seminar kit ku di Workshopnya 27 Maret 2011  lalu. Lhoh2, inikan no.hp yg dah ku save di handphone lama. hasil dari mengintai fb Asma yang lg ngmg sma orang. Kukira itu no. Managernya (tanpa sadar aku gak tau klau no hp pak andi,manager asma itu beda sama no hp yg sdg ada dihadapanku. Hp ku kan ilang ,di situ tersimpan no hp pak andi dr Asma Nadia) Aku senyum2 (tetep menganggap itu no.hp manager Asma,kan satu penerbitan pasti ada link ke pak isa. Aman. Aman. Gak ngmg sma Asma, nanti gemeteran).

”Hallo, assalamu’alaikum” Deg, suara akhwat,aku kenal suara ini. Asma nadia!

Pembicaraan berlanjut, sampai aku dapat nomor handphone agung pribadi, manajer Isa Alamsyah dari bunda asma, diberikan semangat. Aahh, perkataan tak mengenakkan dari penulis sebelumnya seolah hilang dari ingatanku

Emang dasarnya bocah, aku hubungi pak agung,, tawar menawar dari fee 3 juta sampai aku berani bertaruh juang, kubilang dana yang tersedia 1 juta. Padahal belum pernah syuro sama sekali. Waaah, disetujui Pak Isa. Subhanaallah. Belum lagi kejutan diakhir acara dari Pak Isa, mengesankan. So kindness.

Syuro lagi, bukan,bukan sama staff Temu muslimahnya. Tapi tiga ikhwan berparas akhwat,hihihi.bercanda. Selalu, Hamidah, Nurdew, Qorin yang lebih dikenal dengan Hamid, Nurdin dan Rino di keputraan. CT lagi sibuk banget…Urus SHP KKL kayaknya..ketemu di kantin. Urusan acara kelar 50%. Mulai dari juri, teknis perlombaannya, siapa sponsornya, merambat ke hal curhat-curhat urusan kupon yang gak jelas, danus butuh berapa dan lain-lain. Sampai pada hal aku menggunakan uangku untuk fee pak Isa. Berani sekali, dasarnya bocah. Gak sedikit, 1 juta.

Selesai jadi staff acara, aku jadi staff HPD besoknya. Bareng K zulia, nastiti. Bikin spanduk, pamflet2,di perpus biologi. Ada kendala. Kok gak ada komputer di MLC??Tapi akhirnya selesai juga hari itu. Aku berputar2 kampus B Menempel pamflet bareng Anis. Malam sekitar pukul 23.00 design spanduk dikirim ke email percetakan. Besoknya sudah jadi dan siap dikirim.

 

Rabu jadi hari terepot bagiku. Bukan tenaga, tapi aku harus sms lbh dari 100 ke orang yang berbeda-beda gara-gara spanduk. Aku hrus pergi urusan IAD, ga bisa handle menerima spanduk. Aku merepotkan Ka syafrida, Devi, Ka Fika, Ka Anti yang ada di kampus. Innalillah. Selesai juga dan aku masih dalam keadaan normal. Yang bikin repot, spanduk kampus A yang blum juga ditempel sampai seminggu setelah dikirim. Yah, tertempel juga sih.

Kerjaku sebagai staff HPD belum selesai, bersama Anis aku mengitari kampus A, ke LDF2 Mencari bantuan untuk pencarian peserta seminar dan bedah buku dan aku mendapatkan 0 peserta dari bantuan mereka. Semangat luar biasa!

            Perlombaan yang ada adalah lomba cerpen,wah yang ini mah gak terlalu bermasalah, ketentuan sudah bisa dibuat dari awal minggu kedua Juni. Yang bikin terkenal, jarkomannya, iklan permen mintz banget dari Nurdin. Yang agak pusing adalah juri. Iiih, dapet2 yang bagus. Novelis, tapi masih satu kampus. Dari Forum lingkar pena, satu lagi dari Unit Kesenian Mahasiswa, aku termasuk anggotanya, jadi ya mudah dapat link. Yang bikin was-was tanggal 24 Juni pengumpulan cerpen terakhir pukul 23.59 ke email keputrian, aturan buatan Nurdin. BELUM ADA YANG KIRIM!! Kebijakanku diperpanjang, Devi bagian pendaftaran jarkomkan. Alhamdulillah terkumpul 12 cerpen untuk diseleksi.

Lomba dai, yang ini ribet-ribet gampang. Pamflet udah, jarkoman udah, merayu udah ku keluarkan semua. Tapi tetep 2 orang aja yang mau ikutan. Padahal udah meyakinkan banget juri2nya. Dan bisa hadir semua. Kaput LDK UNJ, Ustadzah Euis si cantik TP UNJ yang sedang menempuh s2 dan bunda Noni kaput MUA 2010-2011. Akhirnya BPH ikutan juga. Terkumpul 5 orang. Hihihi. Subhanallah. Yang membuat agak tidak enak, mba Euis satu-satunya yang belum tau jadwal acaranya dirubah saat hari H. Sudah sebentar lagi dimulai. Bukan Jam 13.00, tapi 09.00. Hiks3. Gak punya no.hpnya. Mnta sama abang, perutnya sakit. Gak bisa dateng pagi. Eh, aku punya no.hpnya ternyata. Duh, jadi nggak enak ya. Beliau buru-buru dari kostsannya, udah gitu jadi juri yang pertama datang dan acara belum dimulai. Lancar juga. Mulai jam stengah 10 slesai jam 11 lewat.

Cerdas cermat, urusan termudahnya adalah cari juri. Ka Qonita, K Nyai, K ella. Kerjaannya bocah. Main tunjuk orang aja. Yang sussssaaah, cari peserta. Sudah di PJ kan ke masing-masing jurusan untuk cari orang, tapi tak jua mendapat peserta. Dari Kimia sudah ada. Dari FIK satu tim. Meski akhirnya tak satu pun dari mereka yang bisa hadir ke acara. Dari Pamflet, jarkom, kalau di Daiyah aku merayu Mba Dwi dll, di cerdas cermat aku pakai cara —memohon. Akhirnya terkumpul 3 tim dari Biologi, Kimia dan matematika. Teknis perlombaan pun berubah, mereka sendiri-sendiri bukan seorang perwakilan dari tiap tim.Yang mengesankan adalah membuat soal, putar otak. Sampai seminggu sebelum hari H tak ada yang membuat soal kecuali aku dan Nurdin. Pukoy kirim soal, ke spam. Terambil juga oleh Nurdin, Dinda juga kirim di detik2 terakhir H-4 acara. Wah, banyak juga. Yah dari banyak orang,hanya sedikitlah yang berjuang, dari yang berjuang hanya sedikit yang bersabar.

Ininih yang paling riwet, lomba masak. Target dari SC 8 kelompok masak. Yang terkumpul 12 kelompok. Jadi 14 kelompok gara-gara yang dah bayar belum direkap ulang. Akhirnya13 kelompok karena membatalkan dengan teknis yang tidak diharapkan katanya. Diuji lagi kesabarannya. Begini ceritanya :

Sebelum syuro koor bersama SC, aku sudah membuat kebijakan(cie, bocah bikin kebijakan), aku berpikir keras mempertimbangkan, jika aku memberlakukan seperti ini, apa yang akan terjadi, kalau aku pakai strategi yang ini, gimana. Atau kalau begini saja gimana ciri orang koleris yang melankolis. Bagaimana jika Rosebrand tiada memberikan kepastian sponsorship pada acara ini? Sedangkan perkap membutuhkan kepastian alat apa saja yang digunakan. Acara sudah 2,5 minggu lagi. Ini perlu persiapan matang. Akhirnya aku sms Devi agar jarkom ke peserta membuat masakan dengan tepung terigu dengan harga paling murah dari jenis tepung lain yang telah direncanakan ada. Lalu bahan tambahan dari peserta tidak lebih dari 20rb. Perkap yang dibutuhkn segera sms Devi. Sayangnya, peserta yang terdata di Devi belum termasuk peserta yang telah membayar. Baru yang daftar lewat sms dan OR. Kelompok Sri Endang menjadi satu2nya klompok yang ingin memakai bahan tepung ketan. Dan satu2nya kelompok yang mengumpulkan dta perkap saat ingin syuro koor bersama SC. Penyebab aku dan panitia lain miss dengan SC. SC merubah memakai tepung ketan karena kebetulan Endang pakai tepung ketan, SC mengambil keputusan ini karena Rosebrand, pihak yang ingin diajak kerjasama tidak ada tepung terigu.

SC akan kirim fax hari itu juga dan bahan akan dikirim senin.???, Lomba masak selasanya. itupun belum pasti dapat bahan, sedangkan peserta sudah pakai tepung trigu semua kecuali endang yang tidak dapat jarkoman. Bayangkan jika tiba2 Rosebrand memberikan tepung ketan, kita mngorbankan 13 peserta demi 1 peserta. Menurutku, lebih singkat ngomong baik2 dengan yang 1 kelompok untuk memakai bahan yang sama.

Malam hari aku menjelaskan lagi pada ka Hamid. Beliau bilang tidak usah dijarkom lagi. Hmmm, tidak bisa seperti itu menurutku, kasian peserta yang masih ingin memakai tepung ketan. Perlu dijarkom dan ditekankan lagi bahan tepung terigulah yang disediakan panitia bukan tepung lainnya. Peralatan yang disediakan panitia juga harus jelas. Ahh, akhirnya kelompok Endang bisa terima.

Syuro akbar bersama yang lain, berkumpul sekitar 7 orang. Kulihat ada 1 orang menangis…Aku tak terlalu mengerti penyebabnya, Rifka. Bersabarlah , Nak. Aku juga dapat laporan Devi kalau tak sedikit peserta yang marah karena di pamflet tertulis tepung trigu/tepung ketan/tepung beras. Aku mengajarkan cara jarkom yang sopan untuk hal ini. Akhirnya semua menerimanya. List perkap melalui data yang terkumpul di Devi, yang diajukan tiap kelompok beda2, tidak sesuai dengan apa yang telah dijarkom panitia sebelumnya.

Ada beberapa kelompok menghampiri panitia, menanyakan teknis ulang dll. Ada juga yang mengintip data apa yang akan dimasak lawannya. Waah, akhwat tak terkendali!

Devi ngambek,”Adoooh, jadi gimana ini bu ketua?” Rifka tambah merah matanya. Hmmm, kebijakan lagi. Begini, kujelaskan pada mereka. Kita buat jarkom yang benar2 terakhir. Bahan tetap tepung terigu, bahan tambahan terserah asal jangan melebihi 20rb. Peralatan yang disediakan panitia tetap seperti rencana awal, tapi coba dilihat lagi di data yang sudah terkumpul, kalau memang masih ada perkap yang sekiranya masih bisa disediakan panitia, tapi belum dicantumkan dalam jarkoman sebelumnya, masukkan ke jarkoman terakhir ini, selain dari alat ini silakan masing2 kelompok bawa sendiri. Pembayaran terakhir hari Selasa sebelum maju dalam perlombaan. Selesai perkara, dan menurutku dari sekian banyak rangkaian temu muslimah pertama, lomba masak memang yang paling riweh, paling berkesan dan yang paling sukses. Dibanding dengan yang lain karena tidak mendapat ruangan hingga menjadi ilegal. Lomba masak sangat legal karena dilakukan di halaman MUA.

Lomba daiyah dan CC di saung ungu, karena tidak boleh pakai 201-204. saung ungu pun tak pakai surat. Benar kata kak CT alias abang Hadi, untung di UNJ buang sampah gak pake surat (Menyindir betapa kerasnya perjuangan panitia mendapatkan ruangan, jurusan pemilik ruangan semua sudah acc, tapi tetap tidak dipinjamkan karena yang pinjam adalah MUA).

Ini yang sangat dinantikan, perjuangan seminar dan bedah buku :

Yang paling berkesan karena membuatku kesal bukan kepalang adalah karena tepat di hari-H, kami belum juga mendapatkan ruangan untuk melakukan kegiatan ini. Aku sudah bilang pada SC, aku tak bisa handle ruangan, terlalu lama hingga SC turun tangan, semua surat sudah benar-benar diurus sekretarisku lalu SC bertindak, 2 jurusan pemilik 3.6-3.7 Fisika Biologi sudah Acc sejak dua minggu sebelum acara semua sudah acc, belum juga diizinkan. Ka Hamid menangis saat syuro akbar, ceritanya dia membuat orang-orang birokrat adu argumen dan dalih tapi ia tak bermaksud mengadu domba. Semua surat ada di Pa Anggoro, membangun kekuatan bersama PD1, PD2 , Dekan, para dosen lain melawan 1 orang bagian perlengkapan, you know who. Alasannya karena yang pinjam ruangan adalah MUA, yang tidak jelas posisinya di kampus ini.

Orang BEMF juga ikut bantu para akhwat ini. Kop surat BEMF dipakai untuk peminjaman ruangan. Ktua 2 MUA yang bertindak, jalan buntu. Tak juga bisa, Aula daksinapati dipakai LDK, pinjam aula perpus untuk acara besok?tak mungkin. FIK? Tak ada ruangan sebesar 3.6-3.7. Rabb, tapi bersamamu, aku yakin tak pernah ada jalan buntu.

Acara seminar besok, sudah 1 juli, juklak belum lengkap dibuat. Innalillah. Belum ada yang buat juklak bedah buku dan aku belum mengoreksi juklak seminar. Aku berada di depan laptop Tiwi selama KISS berlangsung, aku menjadi staff acara. Aku membuat juklak. Semangat! Akhirnya selesai juga, meski harus dikoreksi SC lagi pada malam harinya. Aku menginap di kamar kost ka hamida bersama ka Fika juga, menyelesaikan apa yang belum diselesaikan. Sampai pukul 1 pagi kami baru tertidur.

Jam 3 lewat kami tahajud bersama, air mataku serasa tidak bisa dibendung. Tapi jagoan gak boleh nangis terus.

 

Keajaiban datang, kami boleh menggunakan 3.6-3.7. Acara berlangsung cukup lancar, tak ada kendala yang berarti. Kebiasaan ka hamid, meninggalkan sesuatu, sekarang plakat yang ia lupakan. Bagian perlengkapan yang tiba2 marah2 karena ada es krim di halaman kampus. Marahnya ke mbaku pula. Sensi banget dah itu orang. Aku hanya bisa mengecup jilbab Fika. Membelai kepalanya. Aku tau ia kuat.

Kejutan Pak Isa : Beliau memberikan beasiswa satu orang panitia untuk datang ke workshopnya bersama asma nadia ,istrinya. Satu orang lagi bayar separuhnya saja. Memberikan kami saran-saran dalam mengadakan acara. Bahkan sampai memberitahu harga wireless.

 

Acara yang sangat berkesan, karena aku hampir setiap malam bermimpi aku belum dapat ruangan untuk seminar dan bedah buku meski acaranya sudah selesai 1 juli 2011 pukul 16.00. Bahkan saat aku di gunung salak, malam hari aku masih bermimpi tentang TM, Aku yang jalan sendiri ke bagian perlengkapan kampus UNJ pusat (Kampus A) mengadakan perjanjian untuk bertemu kepala perlengkapan. Aku berada di ruangan gelap, bersama satu orang teman (tidak tahu siapa) menghadap kepala perlengkapan kampus pusat wajahnya gelap tak terlihat hanya baju kemeja cream dan dasi merah tua yang terlihat (akibat membaca komik terlalu banyak dan menonton film yang aneh2, Mafia). Kami menandatangani perjanjian menggunakan aula perpus UNJ, dan anehnya pakai biaya. Lebih aneh lagi biayanya 95.000, lebih-lebih aneh lagi. 95.000 adalah jumlah uang yang didapat hasil pembayaran tiket masuk. Kalau aslinya ada 90an orang terdaftar. Mereka ga bayar Cuma 1.000 kan. Malam itu aku demam tinggi, tidak ada yang tau, terlalu kelelahan. Habis berjalan sekitar 6 km melalui kanopi trail dan setengah loop trail Taman Nasional gunung halimun salak, mimpiku jadi aneh2.

Saat tiap malam aku hampir tidak tidur, memikirkan strategi dan mengatur semua staffku, saat perhari aku harus sms lebih dari 100. padahal aku anak yang agak malas sms. Kembali ke kehidupan normal. Paling sms hanya 10-25 kali itupun kalau ada teman yang mengajukan beberapa pertanyaan. Subhanallah, pokoknya lega aja. Serasa sudah bebas dari kepungan prajurit China . Lalu aku berlari, langit yang hitam kelabu berubah biru tak berawan, aku ada di lahan miring berumput lembut, angin sepoi2 lalu aku tertidur. J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s