Kesabaran

ali imran ayat 200Sketsaist (21), Bismillahirrahmaanirraahiim.

Kesabaran..Teman sketsa pernah dengar lantunan berikut ini:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh, dimedan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan).”

Indah ya.. Apabila kita dapat menjadi orang yang sabar. Sabar yang tiada batasnya, sabar yang muncul saat awal musibah yang terjadi, sabar dalam ketaatan, sabar dalam menahan dan mengelola nafsu, sabar dalam dakwah, sabar dalam medan perang, dan sabar dalam pergaulan kita. Itulah enam jenis sabar yang alangkah indahnya bila kita miliki dalam sendi-sendi kehidupan kita.

1. Sabar dalam musibah

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. [al Baqarah/2:155-157]

Seseorang yang beriman akan mengucapkan kalimat istirja’: “inna lillahi wa inna illahi raji’un” apabila mendengar musibah  atau pun tertimpa musibah, inilah kalimat yang menyatakan diri kembali kepada Allah. Kalimat yang melapangkan dada kita jika dilakukan dengan penuh pengakuan bahwa segalanya memang akan kembali pada Allah. Lebih nikmat bila kita dapat menyambungnya dengan kalimat : “Hasbunallah wa nikmal wakil, Nikmal maula wa Nikman Nasir” Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Sebuah kalimat penguatan pada diri kita. Ya, karena hanya Allah sebaik-baik penolong dan pelindung.

2. Sabar dalam mengelola nafsu

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS, 64:15)

Keluarga di satu sisi adalah kebahagiaan, tapi di sisi lain ia merupakan ujian. Kita ketahui karakter setiap orang itu berbeda. Contoh kecilnya, pada lingkup keluarga. Pasti pernah ada gesekan meski hanya sedikit dengan anggota keluarga karena perbedaan tersebut. Disitulah kita dilatih untuk bersabar.

3. Sabar dalam ketaatan kepada Allah

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal,(QS. 29:58)

Ketergesaan dalam beribadah, termasuk tidak sabar. Tidak selalu sabar itu pada hal-hal yang besar, bisa sesuatu yang mungkin sepele bagi kita. Sabar pada diri sendiri. Bahwa yang sebenarnya menjadi lawan kita adalah diri kita sendiri. Rasa malas kita, tidak konsistennya kita, yang menghalangi kita dari ketaatan pada Allah Swt.

4. Sabar dalam Dakwah

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh mala petaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah.” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah : 214)

Banyak sekali contohnya untuk yang satu ini, keteladanan para nabi dan rasul kita

5. Sabar di medan perang

Dan kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang di timpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar, bersabarlah ( hai Muhammad ) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap ( kekafiran ) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. ( QS. AN-Nahl 126-127 )

6. Sabar dalam pergaulan

“Dan sifat yang terpuji ini tidak dapat diterima dan diamalkan melainkan oleh orang-orang yang bersikap sabar, dan tidak juga dapat diterima dan diamalkan melainkan oleh orang yang mempunyai bahagian yang besar dari kebahagian dunia dan akhirat. Dan jika engkau dihasut oleh sesuatu hasutan dari Syaitan, maka hendaklah engkau meminta perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya ialah yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. (Al Fussilat : 35-36).

Bahwa kebaikan, kebajikan hanya datang pada golongan orang yang bersabar dan itu merupakan keuntungan yang besar.  Betapa banyak orang yang terlihat pintar, kebaikannya mungkin segudang. Tapi hanya menjadi debu yang berterbangan di hari akhir karena ketidak sabaran itu sendiri yang tertuang dalam bentuk kesombongan. Kita tak bisa menahan rasa berbangga ilmu dari pada yang lain. (instrospeksi diri pribadi juga-pen).

Jadi saudaraku, mohonlah pada Allah kesabaran itu Karena ada hikmah di balik kesabaran, di antaranya:

1. membersihkan orang mukmin dari orang munafik

  Di antara golongan manusia, ada yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, namun bila ia disakiti oleh orang-orang musyrik karena imannya itu, dianggapnya cobaan dari manusia musyrik itu sama seperti siksaan Allah di akhirat Lalu mereka murtad kembali.. Sebaliknya jika datang pertolongan Misalnya kaum muslimin mendapat kemenangan dalam peperangan, dan sebagainya. dari Tuhanmu, tentu mereka pasti berkata: “Kami berada di pihakmu”. Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang tersembunyi dalam dada setiap insan?

  Allah benar-benar akan memberitahukan dengan percobaan yang ditampilkanNya itu: Siapa yang sebenarnya orang mukmin, dan siapa pula yang sebenarnya orang munafik (Al Ankabut : 10-11)

2. Mendidik diri atau Tazkiyatun Nafs

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.  Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.  Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 152-154)

3. Meningkatkan kedudukan kita

dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. ( Al Anbiya 83-84)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s